Rumah gue ada di daerah antara permata hijau ama kebon jeruk, orang yang tau wisma relasi di jalan panjang pasti tau daerah situ hehehe… Rumah gue sebenernya bukan rumah gue sesungguhnya, karena gue kontrak dari seorang nyonya betawi yang punya laki seorang ex camat. Biar jelas gue terangin deh…
1. Si Rumah
Si 127 (nama rumah gue, terinspirasi dari 127.0.0.1/localhost) merupakan salah satu rumah kontrakan dari 8 rumah yang ada dan dimiliki pemilik kontrakan. Komplek rumah tersebut terdiri dari 4 rumah lantai bawah dan 4 rumah lantai atas. Kebetulan si 127 itu ada di lantai atas dan menghadap matahari.
2. Para Tetangga
Tetangga-tetangga gua yang ada di kompleks itu adalah :
- Samping kiri si 127 dikontrak oleh suami istri yang baik, sayang sekarang mereka pindah.
- Bawah si suami istri yang baik itu, *ini yang asyik* ditinggali oleh seorang wanita muda beranak satu yang sangat gaul. Tampilannya seperti anak muda jaman sekarang, rambutnya di cat merah dan tampil dengan balutan busana yang trendy. Dia tinggal berdua anaknya dan ditemani oleh seorang anak tanggung (seumuran smp/sma yang tidak sekolah) yang rambutnya di mohawk serta babysitter yang ngurusin anaknya. Yang menarik adalah, gue tidak pernah melihat suaminya/laki-laki yang pantas jadi suaminya selama ini. Menurut gosip yang beredar, katanya wanita ini "suaminya" ada di pulau sebrang dan pulang sebulan sekali atau lebih. Gue ga mau berpikir yang bukan-bukan heheh…tapi karena si wanita ini suka ga keliatan kalo malem tapi kalo siang suka ada..apaan yah kerjaannya? mungkin jualan di pasar induk kali hiahaiha….
- Bawah si 127, tinggal sepasang suami istri yang ditemani oleh orang tua si suami. Kalo denger dari pemilik kontrakan, rumah tersebut ditinggali oleh suami istri yang baru pindah kejkt, tapi setelah bersilaturahmi ke rumah tersebut, sepertinya rumah tersebut ditinggali juga oleh mertua -entah dari si suami atau si istri- sehingga terlihat lebih ramai, dan kadang-kadang suka datang juga anak2 kecil yang entah ari mana suka seliweran dan tiba-tiba suka hilang sendiri. Kalau diibaratkan dengan pelm, mungkin kaya pelm dono yang scene nya itu bawa turis pake mobil kecil, tapi pada saat pintunya dibuka, turis yang keluar dari mobil itu 3 kali lipat dari kapasitas mobilnya.
- Disamping 127, ada 4 rumah terdiri dari dua rumah di bawah dan dua rumah di atas. Rumah paling kiri ditempati oleh satu keluarga terdiri dari 2 kakak laki-laki dan satu orang adik perempuannya. Mereka masih kuliah sepertinya sih - hi brondong ! - , tapi tidak ada yang aneh dari penghuni rumah ini.
- Disamping rumah kakak beradik tersebut, tinggal seorang ibu muda kita panggil aja mbak ei - mungkin sekarang udah jadi janda karena terakhir ribut sama suaminya yang orang afrika (dari mali) gara-gara si afrika ini ngegituin pegawai toko si ibu muda ini dan si pegawai itu ngadu sama si ibu muda, mirip2 desperate housewife lah pokoknya - yang aktraktif, suka pake tanktop, bodynya montok abis heheheh…cenderung besar sih
. Kalo ngobrol wah ga bisa sebentar, pasti cerita ngalor ngidul segala rupa diceritain. Jadi kalo udah ga update tentang gosip diseputaran kompleks, tinggal luangkan waktu 30 menit, dan semua gossip bisa kita dapet. - Di atas rumah si ibu muda ex orang mali, tinggal seorang ibu muda juga kita panggil mbak nana, tinggal bersama anak dan adiknya + seorang pembantu. Ini juga sih gosipnya istri "gimanaaa gitu", soalnya suaminya ga pernah keliatan, apakah suaminya pelaut? suaminya jadi istri orang? ga tau deh…ga pernah nanya sih heheh…ada yg mo nanyain?. Sampai mana tadi? Oh ya…Ibu muda ini masih singset, mungkin seumuran gue paling tua, cukup enak dilihat *masih enakan kamu istriku..jangan marah yah heheheh* .
- Disebelahnya rumah si mbak nana, katanya tinggal seorang pria tapi ga pernah keliatan ninggalin itu rumah, paling sehari dua hari, abis itu ga pernah keliatan lagi. Orang kebanyakan duit kali dia.

hla?
ini kontrakan apa apartemen si?
isinya penuh dengan manusia unik.
eh poho, maneh oge unik ketang.
Comment by conan™ — October 16, 2006 @ 3:06 pm